jEMBATAN SELAT SUNDA

Jembatan Selat Sunda bakal Terpanjang di Dunia

Jembatan Selat Sunda adalah salah satu proyek besar pembuatan jembatan yang melintasi Selat Sunda sebagai penghubung antara Pulau Jawa dengan Pulau Sumatera. Proyek ini dicetuskan pada tahun 1960 dan sekarang akan merupakan bagian dari proyek Asian Highway Network (Trans Asia Highway dan Trans Asia Railway) [1]. Dana proyek pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) direncanakan berasal dari pembiayaan Konsorsium diperkirakan menelan biaya sekitar 10 miliar Dollar Amerika atau 100 triliun rupiah [2]yang akan dipimpin oleh perusahaan PT Bangungraha Sejahtera Mulia {BSM). Menurut rencana panjang JSS ini mencapai panjang keseluruhan 31 kilometer dengan lebar 60 meter, masing-masing sisi mempunyai 3 lajur untuk kendaraan roda empat dan lajur ganda untuk kereta api akan mempunyai ketinggian maksimum 70 meter dari permukaan air. JSS telah dilakukan Soft Launching 2007 Jembatan Selat Sunda dan akan dimulai pembangunannya pada tahun 2010 dan diperkirakan dapat mulai dioperasikan pada tahun 2025.

Gubernur Lampung Sjachroedin ZP menyebutkan, pembangunan fisik Jembatan Selat Sunda (JSS) yang menghubungkan Jawa-Sumatera di Lampung ke Banten ditargetkan dimulai pada Januari 2009, dan pembangunannya rencananya akan diresmikan oleh Presiden RI.

“Semula banyak yang meragukan rencana pembangunan JSS itu, padahal gagasan itu sudah berkembang sejak dulu. Mudah-mudahan awal Januari 2009 bisa dilaksanakan pembangunan tahap awalnya,” kata Sjachroedin, dalam acara “Seabad Kebangkitan Nasional dan Seabad Kiprah Dokter Indonesia” di Bandar Lampung, Minggu (18/5) malam.

Gubernur menyebutkan, meski awalnya banyak yang meragukan, namun ia tetap berusaha meyakinkan pemerintah pusat tentang manfaat JSS itu bagi bangsa Indonesia di masa mendatang.

Ia menyebutkan, hampir 3.500 unit kendaraan melalui penyeberangan Bakauheni-Merak setiap hari, sedangkan jumlah penumpang mencapai 25.000 orang. “Selain itu, 22.000 ton batu bara dikirim setiap hari dari Tarahan ke PLTU Suryalaya. Belum lagi berapa banyak hasil bumi yang dikirim ke Pulau Jawa, demikian juga berbagai jenis barang dari Jawa ke Sumatera,” katanya.

Karenanya, ia menyatakan tetap berusaha melihat jauh ke depan dengan terus berupaya agar pembangunan JSS bisa diwujudkan.

Rencana JSS sebenarnya telah digulirkan sejak lama, dan gagasan menghubungkan Jawa dan Sumatera menguat tahun 1997. Ketika itu, guru besar ITB, Prof Dr Ir Wiratman Wangsadinata, yang melontarkan ide menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera dengan membangun jembatan melintasi Selat Sunda.

Ahli konstruksi itu menyebutkan, ada tiga kemungkinan menghubungan Jawa dan Sumatera, yakni membangun terowongan dasar laut, terowongan terapung (40 meter di bawah permukaan laut), dan jembatan.

Gagasan pembangunan jembatan itu berdasarkan terobosan besar di bidang jembatan saat dibangun jembatan yang menghubungkan Italia dan Pulau Sisilia.

Berdasarkan data Bappeda Lampung tahun 2007, panjang JSS akan mencapai 29 kilometer dan lebar 60 meter yang terdiri atas jalur mobil, kereta api, dan sepeda motor. Biayanya diperkirakan lebih dari Rp 100 triliun.

JSS direncanakan mampu dilalui maksimum 160.000 kendaraan per hari. Jika JSS jadi dibangun, dipastikan merupakan jembatan terpanjang di dunia, sementara yang terpanjang sekarang adalah jembatan Messina (3,3 km) yang mengalahkan jembatan Akashi Kaikyo, Jepang (1.991 meter).

created by: didi kurniawan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: